Senin, 22 Agustus 2016

"MEROKOK MEMBUNUH-MU"

Peristiwa yang tragis yang dialami si udin dengan begitu banyak kisah unik yang ia alami, setelah mengetahui gambar pada kemasan rokok berubah penampilan, seperti halnya gambar paru-paru, bibir pecah-pecah dan masih banyak lagi.
Ia berfikir, Tak cukupkah dengan adanya peringatan "MEROKOK MEMBUNUH-MU", ada apa dengan Inspirasi orang-orang dengan mengubah tampilan serta kemasan pada setiap merk rokok, bahkan ia berfikir:
"Apa lagi yang akan di buat mereka dengan rokok, sang sumber kehidupan", baginya.

Sudah 25 tahun menghisap rokok dengan merk SURYA meski hanya sesekali, kadang-kadang juga mencoba yang lain meski peringatannya tetap sama.
masih saja berfikir dan hingga 5 tahun menunggu, berfikir harga rokok akan turun, yang kebetulan si Udin menganggur, hanya luntang-lantung entah kemana, seperti tidak ada tujuan hidup.
ia sangat-sangat kaget ketika mendengar, bahkan melihat di media bahwa harga rokok naik, sangat berbeda dengan apa yang ia fikirkan sebelumnya, Harga yang pada awalnya Rp. 12-15 Ribu, masih saja belum mampu membeli, apalagi saat rokok naik harga.
Satu pertanyaan yang ia katakan kepada salah satu temannya si ucok :


Udin : Bro, lho udah baca surat kabar belum...
          Mengenai masalah kenaikkan harga Rokok....???

Ucok : Upssss...!!!
           yang benar lho, din ....
Udin : Benar bro....
Ucok : Wah....!!!!
           Bagimana dengan nasip para perokok, untung aja gue nggak merokok...
Udin : Lho mikirin orang lain, Gue nggak lho fikirin...
          Harga Rokok Naik, gue mau cari kemana duit.....
          Gue sangat-sangat tidak setuju dengan kenaikkan harga rokok, coba lho bayangin Korupsi merajalela
          para koruptor berserakkan dimana-mana, bagikan sampah yang tak tau mau dibuang kemana..
          Bagaimana Negara ini mau maju, coba...
          Lho bayangin juga, jika harga rokok naik, perusahaan rokok pasti akan bangkrut...
Ucok : Benar juga din apa yang lho bilang....

Udin : bro, lho mau nggak tolongin gue ....
Ucok : Lho minta tolong apa, din....
Udin  : Lho cariin gue bibit tembakau, biar gue produksi rokok sendiri, yang dijual lebih murah dibandingkan rencana kenaikkan yang saat ini kita dengar..
Ucok : Wah..., mau cari kemana tuh bibit ...
Udin : Pokoknya lho cariin....
           Coba lagi deh lho bayangin, jika para perokok jika berfikir harga rokok akan naik terus mereka beralih ke hal-hal yang lebih Negatif...
Ucok : Contonya, bro....
Udin : Contohnya, NARKOBA and GELEK...
Ucok : Tapi, menurut gue ; kebijakan pemerintah dengan adanya informasi mengenai kenaikan harga rokok sebesar Rp. 50.000; sangatlah benar...
Udin : Alasannya lho mengatakan seperti itu, apa broooo.....
Ucok : Bukannya gue ingin lho berhenti merokok bro, tapi gue berfikir, coba lho bayangin bila anak-anak remaja, anak-anak yang masih dibawah umur, mereka akan berfikir rokok mahal...
otomatis tak akan berfikir panjang, mereka secara perlahan akan berhenti.
Jadi, kesimpulannya masa depan mereka masih panjang.
Udin : Hmmmm, Iya juga ya ...
oke deh dari pada gue habis ngamburin duit, lebih baik gue OFF aja...
Ucok : OKE...
            Memang harus itu, lho fikirin juga kesehatan lho, bro....

" Jadi, kesimpulan dari cerita dan kisah dari seorang perokok berat adalah NO SMOKING".






Oleh : Natalis_

Minggu, 24 April 2016

Lamunanku


Haruskah Aku berdiri dalam kegelapan malam

di temani kesunyian dan tanpa bisikan

dan tanpa penghuni di sebuah ruangan kosong...


Menahan rasa penat, rasa lelah tuk mempertahankan

Menambah pola fikir didalam imajinasi

terbelit kata-kata...


Tersungkurku didalam lembah kegelapan malam,

terdiam kaku dan membeku,


Kini ku sudah lelah,

lelah dalam cerita, lelah dalam perjalanan cinta..

tak ada lagi kebaikan dan perhatian yang mengelilingi

sulit ku tuk akui, bahwa ku masih mengharapkan dia yang pergi, untuk kembali..